14 November 2013

Teror

Ketemu. Buku yang saya cari berbulan-bulan telah pulang. Tahu-tahu menampakkan diri di meja saja. Bisa ditebak, ini persoalan housekeeping yang buruk. Whatever. Come to Papa...

Who Will Cry When You Die?

Sebentar, saya tidak sedang bertanya. Itu tadi judul buku yang muncul tiba-tiba. Buku yang ditulis oleh penulis The Monk Who Sold His Ferrari, Robin Sharma. Buku hadiah dari seorang kawan, Yogi Prayogo.
 
Di awal bab, materinya main teror saja. Ya, karena itu juga saya menulis postingan ini.

"Siapa yang akan menangis ketika Anda meninggal?
Apa pengaruh hidup Anda bagi generasi mendatang?
Warisan apa yang akan Anda tinggalkan setelah Anda mengembuskan napas terakhir?"

Sengaja saya kutip buat menyebarkan teror. Saya tidak rela terteror sendirian. Sekarang mari renungkan sama-sama.

Barangkali, yang menangis paling kencang ketika saya mati adalah orang yang saya hutangi. Kasihan. Makanya saya banyak berhutang, supaya berumur panjang. Terima kasih sudah mendoakan, wahai para pemberi hutang!

"Saya ingin menjadi orang yang saya inginkan namun tidak pernah saya wujudkan," kata George Bernard Shaw. Jadi, Engkau bukanlah satu-satunya, kawan. Kita tidak sendirian.

Tapi saya jadi punya pertanyaan baru buatmu, "Adakah yang akan menangis jika Engkau mati?"

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Warung Kopi Kothok